January 2020

BIOSKOP

Argo, Film Konflik AS dan Iran yang Menangi Oscar

Ketegangan kembali lagi mencuat antara Amerika Serikat dan juga Iran yang kembali lagi meningkat setelah Presiden Donald Trump mengakui operasi pembunuhan perwira tinggi Qasem Soleimani. Konflik AS-Iran pun pernah memuncak puluhan tahun silam juga sebelum ini. Dan konflik itu lah yang terekam dalam film Argo.

Argo: Rekam Konflik AS-Iran

Film yang diarahkan oleh Ben Affleck tersebut berfokus pada gejolak di tengah Revolusi Iran di tahun 1979. Saat itu rakyat Iran mengamuk karena Amerika Serikat memberikan suaka kepada Mohammad Reza Shah, pemimpin yang mana digulingkan dalam revolusi itu. Mereka kemudian menggelar demonstrasi di depan gedung Kedutaan Besar AS di Iran, tepatnya tanggal 4 November 1979. Demonstrasi mulanya berjalan damai, namun akhirnya ricuh saat sekelompok pengunjuk rasa memaksa masuk.

Ekstrimis-ekstrimis tersebut lantas menyekap semua staf Kedubes AS. Akan tetapi, ada 6 orang staf yang berhasil melarikan diri dan bersembunyi di kediaman duta besar Kanada untuk Iran. Di dalam rumah tersebut, mereka lalu mendengar kabar bahwa rekan-rekannya yang disekap itu sudah dihabisi nyawanya dengan cara yang sangat keji.

Selagi mereka bersembunyi dari para demonstran itu, ketakutan masih menyelimuti mereka. Para pejabat Kementerian Luar Negeri AS pun sibuk mencari cara untuk menyelamatkan mereka. Pejabat-pejabat itu juga berlomba-lomba dengan waktu sebelum Garda Revolusi Iran menyadari ada 6 orang yang menghilang dari kedubes.

Pencerahan kemudian datang saat ahli penyamaran Badan Intelejen Pusat AS (CIA), Tony Mendez yang diperankan oleh Ben Affleck, diundang dalam sebuah rapat. Kemudian di sana ia mengkritik semua opsi penyelamatan yang mana telah digagas dan siap disusun oleh Kemlu AS. Akhirnya ia menyusun strategi untuk pembuatan film palsu berjudul Agro. Mendez pun berpura-pura jadi produser asal Kanada yang ingin sekali melihat calon lokasi pengambilan gambar di Iran bersama dengan 6 krunya. Kru itu tidak lain tidak bukan adalah keenam kedubes yang tengah berlindung di rumah kedubes Kanada. Mereka juga memulai petualangan menuju kampong halamannya.

Film ini pasalnya berhasil mendapatkan repons yang sangat positif sampai diganjar 3 kali Piala Oscar, termasuk penghargaan tertinggi sebagai Film Terbaik.

Penuh Kontroversi: dinilai Cacat Sejarah?

Film Agro memang mendapatkan respons positif dan berhasil mendulang berbagai prestasi dengan penghargaan Oscar yang disabetnya 3 kali. Akan tetapi ternyata film ini juga tak jauh dari kritikan dan respons negative. Mereka yang mengkritik itu mengungkapkan bahwa film ini ‘cacat sejarah.’

“Baiklah, kalian tahu, film fiksi sains, Star Trek, Star Wars, mereka membutuhkan dan mencari lokasi yang eksotis untuk membuat film. Dataran bulan, Planet Mars, dan gurun pasir. Kalian tahu, kan? Sekarang bayangkan lah ini, mereka adalah para awak film asal Kanada yang sedang mencari lokasi untuk sebuah film fiksi sains. Kita katakana pada pihak luar, para produser asal Kanada mengatakan pada pihak luar, bahwa kita sedang mencari lokasi di Mesir, Istanbul. Lalu kita ke konsulat, bilang ‘Hey, kami juga ingin melihat Iran,’ Aku terbang ke Teheran, kami semua keluar sebagai awak film. Selesai,” ucap Tony Mendez saat mengungkapkan idenya pada Kemlu AS.

Namun film ini dianggap tidak cocok di beberapa hal misalnya fakta bahwa Muhammad Reza Pahlavi telah menjadi Shah sejak tanggal 16 September 1941 dan baru turun tahta secara resmi pada 11 Februari 1979.

BERITA

Siapakah Pesaing Anak Amien Rais di Pencalonan Ketum PAN?

Ketua Dewan Kehormatan PAN (Partai Amanat Nasional) Amien Rais berharap bahwa putra sulungnya, Ahmad Hanafi Rais, jadi ketua umum partai politik itu. Amien juga memprediksi beberapa nama yang akan bersaing dengan Hanafi.

Amien Rais Ungkap Pesaing Anaknya

Namun di satu sisi, pria yang pernah jadi ketua umum pertama partai di saat partai tersebut memiliki strateginya sendiri agar putranya menapaki jejaknya. Salah satu strateginya yaitu dengan menduetkan putranya itu dengan Mulfachri Harahap, politikus lainnya di PAN.

Amien bahkan sudah menyiapkan singkatan nama kedua pasangan itu supaya lekat dan juga populer ketika pemilihan nanti. “Kongres PAN yang saya lihat di petanya tersebut 3, maksimal 4. Jadi, pertama duet Mulfachri Harahap dan juga Hanafi Rais. Singkatannya MH, Mewujudkan Harapan,” kata Amien ketika ditemui setelah Rakerwil DPW PAN Jatim tepatnya di Surabaya, hari Minggu (12/1).

Sementara itu bakal pesaing anaknya yang mana diprediksi Amien di antaranya adalah ketua umum petanana yang sekaligus mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, yaitu Zulkifli Hasan. “Yang kedua, Pal Zulhas mencoba untuk 5 tahun lagi,” ungkapnya menambahkan.

Ia menambahkan, muncul juga nama Asman Abnur, mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) dan juga Drajad Wibowo. “Yang ketiga ada Pak Asman Abnur juga ingin mencalonkan diri. Yang keempat saya dengar ada Mas Drajad Wibowo,” ungkap Amien Rais lagi.

Waketum PAN, Viva Yoga Mauladi, juga menyampaikan ada 5 nama bakal calon ketua umum PAN yang sudah dikantonginya sejauh ini. Mereka yaitu Zulhas, Asman, Drajad Wibowo, Mulfachri dan Bima Arya.

Rencananya PAN akan menggelar Kongres PAN di tahun 2020 ini. Akan tetapi belum ada keputusan tentang waktu pastinya penyelenggaraan kongres tersebut, apakah di bulan Februari atau di bulan Maret. Salah satu agendanya nanti adalah memilih ketua umum untuk periode 5 tahun ke depan.

Pengamat Sebut Zulhas Bisa Jadi Ketum PAN Lagi

Memang Amien Rais berharap bahwa anaknya bisa menjadi ketum PAN. Namun harapannya itu nampaknya kurang sejalan dengan Adi Prayitno, Pengamat Politik dari UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah Jakarta. Menurutnya, Zulkifli Hasan lah yang memiliki peluang terbesar untuk bisa memenangkan Kongres PAN mendatang.

Menurut Adi, ia adalah sosok yang kelihatannya mendapatkan dukungan yang paling signifikan apabila dibandingkan dengan bakal calon ketua umum PAN lainnya. “Zulkifli Hasan ini paling berpeluang menang di Kongres PAN karena berhasil menggalang dukungan 30 DPW dan 300 lebih DPD. Semenntara itu calon lainnya senyap dan nyaris tanpa pergerakan berarti,” katanya dilansir dari CNN Indonesia saat diskusi yang digelar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, hari Jumat (10/1).

Ia sendiri juga berpendapat bahwa keberhasilan Zulhas menjaga kepercayaan pemilik suara di Kongres PAN merupakan salah satu kunci kesuksesan. Menurut dirinya Zulhas pun berhasil merawat komunikasi dengan para pengurus PAN di daerah dengan intens selama ini. “Tentu saja petahana punya keunggulan karena memiliki semua sarana untuk menggalang dukungan. Namun yang paling penting adalah intensitas komunikasi. Ini rasanya yang dimiliki oleh Zulhas dan belum memiliki calon yang lainnya,’ ungkap Adi.

Kemudian ia membandingkan Zulhas dengan nama bakal calon yang lainnya, misalnya Mulfachri Harahap. Ia menuruturkan bahwa Mulfachri seharusnya tampil jauh lebih berani sebagai diri sendiri, bukannya malah menggadang-gadang figure yang lainnya.