Shin Tae Yong Tidak Suka Pemain Rewel Banyak Protes

Irfan Jauhari, pemain penyerang muda Bali United, menyebutkan bahwa kriteria pemain yang cocok dengan manajer pelatih Timnas Indonesia yang baru, Shin Tae Yong, adalah mereka yang punya mental baja dan pekerja keras. Tak Cuma itu, menurutnya, Shin Tae Yong juga tak suka dengan pemain yang banyak mengeluh dan protes.

Shin Tae Yong Tak Suka Pemain Banyak Keluhan dan Protes

“Menurut saya, coach Shin Tae Yong orang yang amat sangat disiplin. Beliau juga pelatih yang ingin pemainnya kerja keras tanpa mengeluh. Intinya adalah yang saya lihat Coach Shin Tae Yong ingin pemain-pemainnya bisa berkorban demi tim,” ucapnya dilansir dari CNN Indonesia.

Shin Tae Yong memang jadi sosok baru yang langsung menjadi perhatian karena ia menjadi ‘bapak’ dari pemain yang sekarang ini tengah berlatih dan seleksi di Timnas Indonesia menjelang lawan Thailand pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Grup G Zona Asia, tanggal 26 Maret 2020 mendatang. Sejak awal resmi jadi pelatih Timnas Indonesia, memang banyak rumor soal gebrakan baru yang dikeluarkan oleh pelatih asal Korea Selatan itu. Misalnya saja mulai dari merombak tim sampai dengan dinggap lebih tegas jika dibandingkan dengan Luis Milla.

Perlahan namun isu itu mulai jadi kenyataan. Belum lama ini misalnya Shin Tae Yong menyebutkan bahwa Timnas Indonesia dalam lima laga kualifikasi Piala Dunia yang sebelumnya sudah terlalu tua. Kemudian ia memanggil 34 nama pemain menjelang laga melawan Thailand dengan usia keseluruhan 23,6 tahun, masih sangat muda-muda.

Sebelum itu juga, Shin Tae Yong melarang para pemainnya memiliki media sosial menjelang pertandingan dan ia jga bahkan melarang pemain-pemainnya makan gorengan. Menurutnya, gorengan mengganggu fisik pesepakbola. Tentunya ini jadi gebrakan baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan oleh para pelatih Timnas Indonesia.

Pemain-pemain tersebut belomba-lomba bisa cepat menyesuaikan dengan aturan dan juga gaya baru Shin Tae Yong. Kalau untuk Irfan sendiri, mengaku bahwa sejauh ini tak ada masalah yang berarti dengan semua yang diberikan oleh Shin Tae Yong. Ia juga bersyukur bahwa ia bisa bersaing dengan pemain senior karena ia mendapatkan banyak ilmu serta pengalaman dari pemain-pemain tersebut.

“Kalau adaptasi sih tidak terlalu ada masalah, karena pemain-pemain senior togel singapore membimbing saya dan selalu memberikan masukan yang positif. Jadi, saya akan memanfaatkan momen ini untuk memanfaatkan momen ini untuk berkembang lebih baik lagi ke depannya,” katanya.

Komunikasi Dengan Bahasa Tubuh

Komentar lainnya diucapkan oleh kipper Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata. Ia menegaskan bahwa nasib pemain yang dilatih oleh pelatih Kim Hae Won juga unik. Mereka menggunakan Bahasa tubuh selama menjalani pemusatan latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.

Komunikasi dengan Bahasa tubuh itu dilakukan untuk bisa mengatasi kendala Bahasa. Hal ini karena Kim Hae Won belum bisa berbicara Bahasa Indonesia dengan fasih. Walau pada tiap sesi latihan, asisten Shin Tea Yong pasalnya selalu dibantu oleh penerjemah ketika melatih mereka.

“Meskipun ada translator (penerjemah Bahasa), ia juga membaca Bahasa tubuh kami. Dia (Kim Hae Won) dapat menyampaikan (arahannya) semaksimal mungkin. Saya rasa sangat menarik,” kata Nadeo sebelum ia menjalani latihan Selasa (18/2) pagi kemarin.

Terkait dengan materi latihannya, Nadeo, mengungkapkan bahwa Kim Hae Won sendiri fokus membenahi teknik dasar dan juga meningkatkan fisik pemain sampai dengan hari kelima pemusatan latihan Timnas Indonesia.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*