Fifty Shades Vs 365 Days: Dari Adegan Sampai Cerita Panas

Salah satu dari hal-hal yang sering sekali dibahas dari film-film drama erotis romantis 365 Days, adalah bagaimana kemiripannya dengan kisah dari Trilogi novel film Fifty Shades. Walaupun begitu, ternyata ada juga perbedaan yang sangat besar di antara 2 film tersebut. 

1. Fifty Shades Dan 365 Days: Sering Dibanding-Bandingkan Karena Kesamaannya

Jika kita bercerita tentang film 365 Days, film itu berkisah tentang perjalanan cinta yang terjalin antara Laura Beil dan Massimo Torricelli. Dua orang tersebut bertemu saat Laura liburan ke Sisilia, Italia. Pada saat itu dia diculik oleh Massimo yang tak lain adalah mafia di sana. Laura sendiri dijanjikan bakal dibebaskan oleh Massimo,jika selama 365 hari Laura tak juga jatuh cinta pada Massimo.

Sementara itu pada Trilogi Fifty Shades dikisahkan perjalanan cinta yang terjalin antara Annastasia ‘Ana’ Steele dengan seorang miliuner kaya Christian Grey. Keduanya bertemu saat anak menggantikan temannya yang masih mewawancarai Grey untuk koran kampusnya. Ternyata keduanya memiliki ketertarikan satu dengan yang lainnya akan tetapi Ana tidak tahu bahwasanya untuk mencintai Grey, ada banyak sekali pengorbanan yang mesti dilakukan termasuk menjalani hubungan seksual yang tak biasa.

2. Dari Segi Cerita

Apabila kita berbicara dari segi ceritanya maka kedua film ini memang sama-sama berasal dari novel erotis karya Novelis seorang perempuan. 365 Days pasalnya memiliki judul asli 365 Dni yang dikarang oleh Blanka Lipinska yang mana mengaku bahwa dirinya terinspirasi oleh Trilogi Fifty Shades yang di tulis oleh El James. Kedua jenis novel tersebut juga laris di asalnya masing-masing yaitu di Polandia untuk novel 365 Days dan juga di Inggris untuk  Fifty Shades. Bahkan Fifty Shades of Grey tercatat sebagai salah satu buku yang paling laris di dunia karena sudah terjual sebanyak 125 juta kopi secara global per bulan Juni 2015.

Bisa dikatakan ceritanya juga hampir mirip Karena kedua narasi tersebut berkisah tentang perjalanan cinta antara dua orang yang semula ia tidak saling mengenal akan tetapi Seiring dengan berjalannya waktu akhirnya cinta tumbuh. Kisah keduanya juga sama-sama berbalut dengan kemewahan. Dikisahkan Grey merupakan seorang pengusaha yang sangat sukses sementara masih merupakan keturunan mafia papan atas di Sisilia yang mampu menyediakan apa saja yang diinginkan oleh sang perempuan.

Walau demikian, kritikus film pasalnya malah lebih galak pada 365 Days Apabila dibandingkan dengan Fifty Shades. Mereka berkata bahwa Fifty Shades ini masih digolongkan sebagai drama romantis walaupun ceritanya dianggap receh dan juga mengada-ada. Tapi ketika film 365 Days, khususnya versi film, berbagai macam kritik dan juga hinaan datang untuk film garapan Polandia yang disiarkan oleh netflix itu.

Kritik tersebut mulai dari cerita yang tak masuk akal, penuturan dan alur narasi yang sangat berantakan sampai dengan kontroversi atas gratifikasi kekerasan pada perempuan dan juga sindrom Stockholm.

3. Hubungan Antara Tokoh Utamanya

Baik Fifty Shades maupun 365 Days memang berkutat pada kehidupan pasangan utamanya mulai dari pertemuannya, pendekatan, emosi, sampai dengan adegan di atas ranjang. Oleh karena itulah kedua film tersebut sangat bergantung pada ke istri para aktor dan aktris utamanya. Misalnya pada Fifty Shades, kisah triloginya menggambarkan dengan sangat Jelaskan fungsi dan juga ketertarikan antara Ana dan juga Grey yang mana ditampilkan www.s7slot.com secara bertahap serta perlahan sampai akhir yang memuncak di Saga ketiga yaitu Fifty Shades Freed. Hubungan keduanya pun digambarkan dalam dua sisi yaitu sebagai pasangan kekasih, jutawan dan juga rakyat jelata pada umumnya. Sementara itu pada kisah 365 Des hubungan antara laur ada juga massimo nampak seperti kisah Beauty And The Beast yang dibungkus telenovela  yakni Bagaimana seorang perempuan diambil paksa untuk bisa menemani seorang pria.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*