Ketua Olimpiade Tokyo 2020 Mengundurkan Diri. Kenapa?

Kabar terbaru dari perhelatan Olimpiade Tokyo 2020. Pasalnya, ketua pelaksana olimpiade, Yoshiro Mori mengatakan bahwa dirinya mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Alasan mengapa Mori mengundurkan diri terkait dengan pernyataan yang dibuatnya dirasa telah melukai kaum perempuan. Dalam beberapa hari ke depan, Mori akan secara resmi mengundurkan diri dari jabatan ajang bergensi dunia yang diselenggarakan tidak setiap tahun.

Pernyataan Yoshiro Mori Bersifat Seksisme

Akibat pernyataannya, Yoshiro Mori merasa harus mengundurkan diri dari jabatan sebagai ketua pelaksana Olimpiade Tokyo. Ada kabar bahwa posisi tersebut akan diganti oleh Saburo Kawabuchi yang merupakan mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang juga merupakan ketua perkampungan atlet olimpiade. Untuk mengonfirmasi hal tersebut kanto Mori tidak bisa dihubungi dan tidak ada yang memberikan pernyataan sama sekali.

Kejadian yang menyebabkan pengunduran diri Mori adalah sebuah pernyataan yang dianggap menyakiti perempuan. Di dalam sebuah kesempatan, Moti mengatakan bahwa pertemuan yang diadakan dengan dewan yang isinya perempuan akan menghabiskan waktu yang sangat lama. Ini dikarenakan ketika satu orang perempuan mengangkat tangan untuk bicara maka perempuan yang lain pun akan melakukan hal yang sama. Mori menganggap bahwa sifat kompetitif perempuan akan mengganggu jalannya pertemuan dan membuat pertemuan menjadi tidak efektif.

Banyak yang menyoroti pernyaaan Mori dan masyarakat Tokyo pun sangat menyayangkan hal tersebut. Meskipun demikian banyak juga yang simpati dan menyayangkan Mori keluar dari jabatannya tersebut. Tradisi dan kehormatan yang dijunjung membuat Mori merasa tepat untuk memilih keluar dari kepanitiaan dan menjalani hidup yang lebih baik. Perkataan yang menyakiti perempuan adalah sesuatu yang salah dan membuatnya merasa tidak layak menjadi ketua panitia pelaksanaan ajang besar dunia tersebut.

Olimpiade Tokyo 2020 DItunda Entah Sampai Kapan

Pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020 direncanakan akan terselenggara bulan Juli hingga Agustus 2020. Sayangnya, pademi covid-19 yang terus menyebar membuat ajang bandar slot tersebut harus tertunda dan belum ada informasi lain yang memberikan konfirmasi kapan olimpiade akan segera dilaksanakan. Beragam kegiatan dunia memang terhambat dengan adanya pandemi corona sehingga berbagai negara di dunia sudah memaklumi. Pemberitaan mengenai Olimpiade kembali muncul gegara adanya pengunduran diri dari pihak ketua panitia.

Indonesia sudah berulang kali mengikuti ajang olimpiade. Beragam cabang olahraga menjadi target dan beberapa diantaranya berhasil mendapatkan emas. Usaha pemerintah dilakukan dengan terus melatih banyak atlet berbakat sehingga diharapkan bisa membawa harum nama Indonesia di mata dunia. Sepak terjang Indonesia sudah bisa dilihat oleh negara negara yang lain yang artinya Indonesia pun diterima sebagai negara berkembang juga negara yang berpotensi untuk mampu menjadi pemenang.

Salah satu cabang olahraga yang favorit dan diprediksi akan menghasilkan emas di olimpiade mendatang adalah cabang badminton. Hingga kini pemain pemain sudah dipersiapkan bahkan melewatkan beberapa pertandingan internasional untuk bisa melatih diri dan terus meningkatkan skill. Selain badminton ada juga cabang atletik dan beberapa cabang lainnya.

Sebenarnya, penundaan olimpiade pernah juga terjadi. Pada saat itu Tokyo adalah tuan rumah untuk pelaksanaan olimpiade 1940. Namun karena terjadi Perang Dunia II maka ajang yang mempersatukan negara negara di dunia itu pun harus dibatalkan. Rupanya beragam alasan sudah menjadi penghambat untuk terlaksananya ajang olahraga yang sangat bergensi tersebut. Mudah mudahan pandemi segera berakhir dan penyelenggaraan olimpiade akan segera dilaksanakan dengan lancar serta tanpa hambatan.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*