Indonesia Sebagai Negara Rawan Bencana Alam

Negara Indonesia merupakan negara di khalustiwa dan juga negara dengan cincin api paling banyak. Artinya ada banyak peluang untuk bisa mengalami bencana alam kapan pun itu. Adi Maulana sebagai dosen Universitas Hasanuddin pun mengatakan hal sama karena sejak awal terbentuknya Indonesia, terbentuk juga daratan kepulauan yang umurnya sudah jutaan tahun lalu. Ini menandakan pergerakan bumi Indonesia sangat aktif di masa lampau dan beresiko bencana di masa kini.

Potensi Bencana Alam di Indonesia

Pembentukan Indonesia terpengaruh oleh aktifitas tektonik dan vulkanik pada jaman dahulu. oleh karenanya tidak heran jika bencana totobet yang timbul di masa modern berpengaruh dari aktifitas tektonik dan vulkanik di wilayah Indonesia. Perubahan iklim yang semakin nyata membentuk tambahan bencara yang tidak terprediksi seperti bencana hidrometeorologi dengan kapasitas mulai dari sedang hingga besar sekali.

Menurut para ahli, salah satunya adalah Adi di dalam webinar Bencana di Negeri Cincin Api, wajar sekali Indonesia memiliki bencana alam dengan potensi besar. pembentukan Indonesia dan pergerakan lempeng di masa lampau menempuh waktu yang lama. Karena konfigurasi inilah Indonesia pun terus mengikuti arus pergerakan lempeng hingga saat ini. Salah satu bencana akibat pergerakan lempeng seperti menjauh, bertabrakan atau bersinggungan adalah gempa bumi, terbentuknya cekungan, tanah longsor dan lain sebagainya.

Bencana lain yang mungkin akan terjadi di Indonesia adalah akibat dari gunung berapi yang merupakan aktifitas vulkanik sepanjang pulau Sumatera hingga Jawa. Di beberapa pulau lain pun ada gunung api aktif yang menimbulkan bencana jika terjadi erupsi yang besar. korbannya bukan hanya tanah dan sekitarnya tapi bisa korban material bahkan nyawa. Oleh karena itu pemukiman dan kawasan penduduk hendaknya menghindari daerah yang rawan bencana dan kemungkinan bencananya sangat tinggi.

Adapun bencana hidrometeorologi terjadi ketika Indonesia mendapatkan musim El Nino atau La Nina. Kawasan Indonesia yang sepenuhnya dilewati oleh garis khalustiwa setiap tahunnya akan mengalami El Nino dan La Nina secara bergantian. Jika El Nino tiba, maka Indonesia akan mengalami kenaikan suhu sehingga musim kemarau bisa terjadi sangat panjang. Kebakaran hutan dan kekeringan bisa terjadi akibat ini.. Sedangkan La Ninda akan membuat musim hujan semakin ekstrem serta menyebabkan banyak banjir, tanah longsor, pergerakan tanah dan lain sebagainya.

Ada Hikmah di Balik Bencana

Bencana yang bisa menerpa kapan saja di seluruh wilayah Indonesia sebenarnya sesuatu yang menyimpan banyak hikmah. Selain Indonesia harus waspada dan menjaga lingkungan dengan baik, ada banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan. Sumber daya tersebut merupakan hasil dari proses alam yang terjadi jutaan tahun yang lalu dan bisa dimanfaatkan saat ini. Berlian, permata, emas dan lain sebagainya merupakan produk alam yang bernilai banyak dengan proses cukup lama di masa lampau.

Banyak potensi tambang yang belum dijamah dan belum ditemukan di Indonesia. Tanah suburpun menjadi potensi agrarian yang bisa menghasilkan taraf ekonomi yang lebih baik di negeri ini. Begitu juga di lautan. Air laut yang hangat menjadi tempat terbaik untuk ikan berkembang biak. Jika mampu memaksimalkan potensi laut maka maritim Indonesia bisa menghasilkan uang yang cukup membiayai negeri sendiri dan swasembada pangan.

Minyak dan gas bumi pun harus diingat bahwa Indonesia memilikinya. Hanya saja untuk saat ini rakyat hanya merasakan bencana alamnya saja sedangkan keuntungan dari sumber daya alam yang ada hanya bisa dirasakan oleh kalangan tertentu saja.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*