HOT NEWS

BERITA

Siapakah Pesaing Anak Amien Rais di Pencalonan Ketum PAN?

Ketua Dewan Kehormatan PAN (Partai Amanat Nasional) Amien Rais berharap bahwa putra sulungnya, Ahmad Hanafi Rais, jadi ketua umum partai politik itu. Amien juga memprediksi beberapa nama yang akan bersaing dengan Hanafi.

Amien Rais Ungkap Pesaing Anaknya

Namun di satu sisi, pria yang pernah jadi ketua umum pertama partai di saat partai tersebut memiliki strateginya sendiri agar putranya menapaki jejaknya. Salah satu strateginya yaitu dengan menduetkan putranya itu dengan Mulfachri Harahap, politikus lainnya di PAN.

Amien bahkan sudah menyiapkan singkatan nama kedua pasangan itu supaya lekat dan juga populer ketika pemilihan nanti. “Kongres PAN yang saya lihat di petanya tersebut 3, maksimal 4. Jadi, pertama duet Mulfachri Harahap dan juga Hanafi Rais. Singkatannya MH, Mewujudkan Harapan,” kata Amien ketika ditemui setelah Rakerwil DPW PAN Jatim tepatnya di Surabaya, hari Minggu (12/1).

Sementara itu bakal pesaing anaknya yang mana diprediksi Amien di antaranya adalah ketua umum petanana yang sekaligus mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, yaitu Zulkifli Hasan. “Yang kedua, Pal Zulhas mencoba untuk 5 tahun lagi,” ungkapnya menambahkan.

Ia menambahkan, muncul juga nama Asman Abnur, mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) dan juga Drajad Wibowo. “Yang ketiga ada Pak Asman Abnur juga ingin mencalonkan diri. Yang keempat saya dengar ada Mas Drajad Wibowo,” ungkap Amien Rais lagi.

Waketum PAN, Viva Yoga Mauladi, juga menyampaikan ada 5 nama bakal calon ketua umum PAN yang sudah dikantonginya sejauh ini. Mereka yaitu Zulhas, Asman, Drajad Wibowo, Mulfachri dan Bima Arya.

Rencananya PAN akan menggelar Kongres PAN di tahun 2020 ini. Akan tetapi belum ada keputusan tentang waktu pastinya penyelenggaraan kongres tersebut, apakah di bulan Februari atau di bulan Maret. Salah satu agendanya nanti adalah memilih ketua umum untuk periode 5 tahun ke depan.

Pengamat Sebut Zulhas Bisa Jadi Ketum PAN Lagi

Memang Amien Rais berharap bahwa anaknya bisa menjadi ketum PAN. Namun harapannya itu nampaknya kurang sejalan dengan Adi Prayitno, Pengamat Politik dari UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah Jakarta. Menurutnya, Zulkifli Hasan lah yang memiliki peluang terbesar untuk bisa memenangkan Kongres PAN mendatang.

Menurut Adi, ia adalah sosok yang kelihatannya mendapatkan dukungan yang paling signifikan apabila dibandingkan dengan bakal calon ketua umum PAN lainnya. “Zulkifli Hasan ini paling berpeluang menang di Kongres PAN karena berhasil menggalang dukungan 30 DPW dan 300 lebih DPD. Semenntara itu calon lainnya senyap dan nyaris tanpa pergerakan berarti,” katanya dilansir dari CNN Indonesia saat diskusi yang digelar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, hari Jumat (10/1).

Ia sendiri juga berpendapat bahwa keberhasilan Zulhas menjaga kepercayaan pemilik suara di Kongres PAN merupakan salah satu kunci kesuksesan. Menurut dirinya Zulhas pun berhasil merawat komunikasi dengan para pengurus PAN di daerah dengan intens selama ini. “Tentu saja petahana punya keunggulan karena memiliki semua sarana untuk menggalang dukungan. Namun yang paling penting adalah intensitas komunikasi. Ini rasanya yang dimiliki oleh Zulhas dan belum memiliki calon yang lainnya,’ ungkap Adi.

Kemudian ia membandingkan Zulhas dengan nama bakal calon yang lainnya, misalnya Mulfachri Harahap. Ia menuruturkan bahwa Mulfachri seharusnya tampil jauh lebih berani sebagai diri sendiri, bukannya malah menggadang-gadang figure yang lainnya.

BINATANG

Bocah di Depok Lemas Tak Bersuara Usai dipatok oleh Anak Kobra

Tubuh Rifky Ahmad Saputra akhirnya menjadi lemas tak berdaya dan terbaring di rumahnya di bilangan Beji, Depok. Dirinya sempat dirawat di ICU (Intensive Care Unit) di RUmah Sakit Universitas Indonesia. Sekarang ia dirawat di rumahnya sambal menjalani rawat jalan.

Rifky dipatok Ular Kobra

Ular kobra lah yang menjadi penyebabnya. Di bilangan Depok, sejak beberapa hari terakhir ini, tengah marak dikejutkan oleh kemunculan ular jenis tersebut yang pasalnya berbahaya jika mematok manusia. Dikutip dari CNN Indonesia yang langsung melihat kondisi Rifky, ia hanya terkulai lemas di atas Kasur lantai di ruang utama rumah sederhananya di kawasan Beji, Depok.

Suara bocah itu hanya terdengar sayup-sayup saja ketika menceritakan kronologi dirinya dipatuk oleh ular kobra yang belakangan marak sekali ditemukan di kota Depok. Ia tidak mampu bicara dengan suara yang jelas.

Diberitakan pada hari Minggu pagi (15/12), Rifky sedang bermain dengan teman-temannya di pinggir kali yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Kala itu mereka menemukan 2 ekor ular kobra. Kemudian, Rifky bersama dengan teman-temannya, tak diam saja. Mereka kaget karena baru kali ini mereka melihat ular di sekitar tempat tinggalnya.

Karena mereka tak mau melewatkan begitu saja apa yang ditemukannya, sontak mereka langsung memasukkan kobra tersebut ke dalam sebuah toples. Sedangkan seekor yang lainnya dibunuh oleh mereka. Rifky sendiri mengaku bahwa ia tak takut dengan ular. Ia juga mengaku bahwa sering menonton video Panji Petualang di laman Youtube sehingga ia tak merasa takut ketika bertemu langsung dengan ular. Karena itu lah ia tak gentar dengan ular kobra kecil.

“Iya, suka,” ungkapnya saat ditanyai apakah ia suka nonton Panji Petualang, kemarin Rabu (18/12).

Kemudian Rifky mengeluarkan ular kobra yang disimpannya dalam toples tersebut. Akan tetapi, ular anakan tersebut mematuk ujung telunjuk tangannya. Kemudian Rifky mengerang kesakitan di hari Minggu pagi tersebut.

Langsung diberikan Pertolongan Pertama Usai Terpatuk

Meski kecil, tetap saja, kobra adalah kobra. Ayah Rifky, Hilman, yang mengetahuinya akhirnya tak tinggal diam saja. Ia sontak memberikan pertolongan pertama tidak lama setelah ia mengetahui anaknya dipatuk oleh kobra itu. Hilman sendiri mengikat tangan anak laki-lakinya tersebut dengan dasi pramuka yang seketika ditemukannya di rumah.

Kemudian, tak menunggu lebih lama lagi, Hilman langsung melarikan anaknya ke Puskesmas Beji yang tak jauh dari rumahnya. Hilman, oleh petugas puskesmas, langsung dirujuk ke RS UI karena Puskesmas tidak mempunyai serum anti bisa ular kobra.

Cuma bermodalkan sepeda motor, kemudian Hilman tak pikir panjang lagi. Rasa khawatir akan bagaimana nasib putranya setelah dipatok ular kobra kecil itu sudah tak bisa ditawar lagi. Ia langsung menuju ke Rumah Sakit UI membawa Rifky bahkan tanpa helm dan surat-surat kendaraan.

“Enggak pikir panjang, enggak bawa STNK, enggak pakai helm. Kita bawa saja langsung dari Puskesmas. Masuk jalan raya, langsung ditangani,” ungkap pria 43 tahun tersebut dikutip dari CNN Indonesia.

Rifky kemudian masuk ke UGD (Unit Gawat Darurat). Namun pihak Rumah Sakit UI kemudian meminta paad Hilman supaya anaknya dirujuk ke ICU untuk mendapatkan penangangan dan perawatan yang lebih intensif. Menurut Hilman, pihak rumah sakit sempat menyalahkan tindakannya karena mengikat area yang digigit. Menurut dokter, itu malah bisa membahayakannya. Tiga hari Rifky dirawat di rumah sakit, dan syukur lah anaknya itu boleh kembali ke rumah.