BIOSKOP

Aktris Jumanji, Karen Gillan, Sempat Anggap Garapan Ulang Jumanji Sebuah Kesalahan

Aktris pemeran di Jumanji yang digarap ulang di tahun modern ini sempat berpikir bahwa produksi ulang film Jumanji adalah sebuah kesalahan. Dalam produksi ulang film ini, ia yang berperan sebagai avatar di gim video itu bernama Ruby Roundhouse.

Karen Gillan Anggap Produksi Ulang Jumanji Sebuah Kesalahan

Pernyataan Gillan yang menganggap bahwa produksi Jumanji adalah kesalahan disampaikannya lewat sebuah wawancara dengan Entertainment Weekly yang dilansir dari CNN Indonesia. Saat dirinya ditanya apakah lebih nyaman berperan dalam film Jumanji: Welcome to The Jungle (2017) atau di Jumanji: The Next Level (2019), ia menjawab dengan sangat antusias. Bagaimana tidak, film Jumanji: Welcome to the Jungle (2017) sempat diprediksi gagal. Namun ternyata film itu malah menuai sukses besar.

“Reaksi saya saat mendengar mereka memproduksi ulang Jumanji adalah, ‘Kenapa kalian melakukan itu pada Jumanji? Apa yang akan kalian lakukan pada salah satu film favorit masa kecil saya? Jangan rusak masa kecilku,’” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa sebelumnya ia sempat pesimis dan menganggap produksi film tahun 1995 tersebut akan gagal dan ‘mencederai’ film aslinya.

Ia melanjutkan, “ Saya bereaksi sama seperti orang lainnya. Kemudian saya membaca naskahnya, dan itu mengubah segalanya karena saya tahu mereka telah menciptakan yang baru dan tetap menghormati film orisinilnya. Itu kombinasi yang sangat sempurna.”

Jumanji Garapan Ulang Berbeda ‘Format’ dengan Versi 1995-nya

Film Jumanji: Welcome to the Jungle sendiri mengisahkan permainan Jumanji yang mana sudah diubah formatnya. Jumanji yang dulunya berformat permainan papan permaiann dalam film tahun 2017 itu diubah menjadi sebuah video gim. Rumah produksi yang menaunginya, Sony Pictures, melakukan itu untuk mengadaptasinya ke zaman yang lebih modern ini.

Tak semua pemain tersedot ke dalam permainan Jumanji saat masih berformat papan permainan togel sdy. Cuma orang-orang yang mendapatkan tantangan tertentu saja yang bisa tersedot ke dalam permainan Jumanji di film Jumanji (1995) silam. Terlihat di sana Alan Parish (Robbie William/Adam Hann-Byrd) tersedot ke dalam Jumanji.

Akan tetapi, dalam Jumanji yang berformatu video game, semua pemain bakal tersedot ke dalamnya. Sebelum hal itu terjadi, pemain diperbolehkan untuk memilih avatar. Salah satu avatar yang tersedia di dalam video game itu adalah Ruby Roundhouse. Dalam film Jumanji: The Next Level (2019), tokoh utamanya, Dwayne ‘The Rock’ Jhonson, Karen Gillan, Kevin Hart dan Jack Black kembali lagi ke dunia Jumanji. Mereka jadi karakter bernama Smolder Bravestoner (The Rock), Ruby Roundhouse (Gillan), Professor Sheldon Oberon (Black) dan Franklin Finbar (Hart).

Hanya, Spencer (Alex Wolff), Martha (Morgan Turner), Bethany (Madison Iseman), Fridge (Ser’Darius Blain) tak jadi avatar yang sama saat mereka di Jumanji: Welcome to the Jungle. Gim konsol Jumanji dalam film keduanya ini rusak sehingga mereka tak bisa memilih avatar.

Martha, Fride, dan juga Bethany terpaksa memainkan Jumanji karena Spencer tersedot saat memperbaiki gim konsol tersebut. Bukan Cuma mereka bertiga saja yang akhirnya terlibat dalam permainan itu. Namun di dalam film keduanya, kakek Spencer yang bernama Eddie (Danny DeVito), dan juga temannya yang baru saja berkunjung ke rumahnya untuk hanya sekedar mampir dan bersua setelah sekian lama tak bertemu, Milo (Danny Glover) juga ikut pindah ke permainan gim video Jumanji yang baru itu.

BINATANG

Bocah di Depok Lemas Tak Bersuara Usai dipatok oleh Anak Kobra

Tubuh Rifky Ahmad Saputra akhirnya menjadi lemas tak berdaya dan terbaring di rumahnya di bilangan Beji, Depok. Dirinya sempat dirawat di ICU (Intensive Care Unit) di RUmah Sakit Universitas Indonesia. Sekarang ia dirawat di rumahnya sambal menjalani rawat jalan.

Rifky dipatok Ular Kobra

Ular kobra lah yang menjadi penyebabnya. Di bilangan Depok, sejak beberapa hari terakhir ini, tengah marak dikejutkan oleh kemunculan ular jenis tersebut yang pasalnya berbahaya jika mematok manusia. Dikutip dari CNN Indonesia yang langsung melihat kondisi Rifky, ia hanya terkulai lemas di atas Kasur lantai di ruang utama rumah sederhananya di kawasan Beji, Depok.

Suara bocah itu hanya terdengar sayup-sayup saja ketika menceritakan kronologi dirinya dipatuk oleh ular kobra yang belakangan marak sekali ditemukan di kota Depok. Ia tidak mampu bicara dengan suara yang jelas.

Diberitakan pada hari Minggu pagi (15/12), Rifky sedang bermain dengan teman-temannya di pinggir kali yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Kala itu mereka menemukan 2 ekor ular kobra. Kemudian, Rifky bersama dengan teman-temannya, tak diam saja. Mereka kaget karena baru kali ini mereka melihat ular di sekitar tempat tinggalnya.

Karena mereka tak mau melewatkan begitu saja apa yang ditemukannya, sontak mereka langsung memasukkan kobra tersebut ke dalam sebuah toples. Sedangkan seekor yang lainnya dibunuh oleh mereka. Rifky sendiri mengaku bahwa ia tak takut dengan ular. Ia juga mengaku bahwa sering menonton video Panji Petualang di laman Youtube sehingga ia tak merasa takut ketika bertemu langsung dengan ular. Karena itu lah ia tak gentar dengan ular kobra kecil.

“Iya, suka,” ungkapnya saat ditanyai apakah ia suka nonton Panji Petualang, kemarin Rabu (18/12).

Kemudian Rifky mengeluarkan ular kobra yang disimpannya dalam toples tersebut. Akan tetapi, ular anakan tersebut mematuk ujung telunjuk tangannya indotogel. Kemudian Rifky mengerang kesakitan di hari Minggu pagi tersebut.

Langsung diberikan Pertolongan Pertama Usai Terpatuk

Meski kecil, tetap saja, kobra adalah kobra. Ayah Rifky, Hilman, yang mengetahuinya akhirnya tak tinggal diam saja. Ia sontak memberikan pertolongan pertama tidak lama setelah ia mengetahui anaknya dipatuk oleh kobra itu. Hilman sendiri mengikat tangan anak laki-lakinya tersebut dengan dasi pramuka yang seketika ditemukannya di rumah.

Kemudian, tak menunggu lebih lama lagi, Hilman langsung melarikan anaknya ke Puskesmas Beji yang tak jauh dari rumahnya. Hilman, oleh petugas puskesmas, langsung dirujuk ke RS UI karena Puskesmas tidak mempunyai serum anti bisa ular kobra.

Cuma bermodalkan sepeda motor, kemudian Hilman tak pikir panjang lagi. Rasa khawatir akan bagaimana nasib putranya setelah dipatok ular kobra kecil itu sudah tak bisa ditawar lagi. Ia langsung menuju ke Rumah Sakit UI membawa Rifky bahkan tanpa helm dan surat-surat kendaraan.

“Enggak pikir panjang, enggak bawa STNK, enggak pakai helm. Kita bawa saja langsung dari Puskesmas. Masuk jalan raya, langsung ditangani,” ungkap pria 43 tahun tersebut dikutip dari CNN Indonesia.

Rifky kemudian masuk ke UGD (Unit Gawat Darurat). Namun pihak Rumah Sakit UI kemudian meminta paad Hilman supaya anaknya dirujuk ke ICU untuk mendapatkan penangangan dan perawatan yang lebih intensif. Menurut Hilman, pihak rumah sakit sempat menyalahkan tindakannya karena mengikat area yang digigit. Menurut dokter, itu malah bisa membahayakannya. Tiga hari Rifky dirawat di rumah sakit, dan syukur lah anaknya itu boleh kembali ke rumah.