film seru

BIOSKOP

Argo, Film Konflik AS dan Iran yang Menangi Oscar

Ketegangan kembali lagi mencuat antara Amerika Serikat dan juga Iran yang kembali lagi meningkat setelah Presiden Donald Trump mengakui operasi pembunuhan perwira tinggi Qasem Soleimani. Konflik AS-Iran pun pernah memuncak puluhan tahun silam juga sebelum ini. Dan konflik itu lah yang terekam dalam film Argo.

Argo: Rekam Konflik AS-Iran

Film yang diarahkan oleh Ben Affleck tersebut berfokus pada gejolak di tengah Revolusi Iran di tahun 1979. Saat itu rakyat Iran mengamuk karena Amerika Serikat memberikan suaka kepada Mohammad Reza Shah, pemimpin yang mana digulingkan dalam revolusi itu. Mereka kemudian menggelar demonstrasi di depan gedung Kedutaan Besar AS di Iran, tepatnya tanggal 4 November 1979. Demonstrasi mulanya berjalan damai, namun akhirnya ricuh saat sekelompok pengunjuk rasa memaksa masuk.

Ekstrimis-ekstrimis tersebut lantas menyekap semua staf Kedubes AS. Akan tetapi, ada 6 orang staf yang berhasil melarikan diri dan bersembunyi di kediaman duta besar Kanada untuk Iran. Di dalam rumah tersebut, mereka lalu mendengar kabar bahwa rekan-rekannya yang disekap itu sudah dihabisi nyawanya dengan cara yang sangat keji.

Selagi mereka bersembunyi dari para demonstran itu, ketakutan masih menyelimuti mereka. Para pejabat Kementerian Luar Negeri AS pun sibuk mencari cara untuk menyelamatkan mereka. Pejabat-pejabat itu juga berlomba-lomba dengan waktu sebelum Garda Revolusi Iran menyadari ada 6 orang yang menghilang dari kedubes.

Pencerahan kemudian datang saat ahli penyamaran Badan Intelejen Pusat AS (CIA), Tony Mendez yang diperankan oleh Ben Affleck, diundang dalam sebuah rapat. Kemudian di sana ia mengkritik semua opsi penyelamatan yang mana telah digagas dan siap disusun oleh Kemlu AS. Akhirnya ia menyusun strategi untuk pembuatan film palsu berjudul Agro. Mendez pun berpura-pura jadi produser asal Kanada yang ingin sekali melihat calon lokasi pengambilan gambar di Iran bersama dengan 6 krunya. Kru itu tidak lain tidak bukan adalah keenam kedubes yang tengah berlindung di rumah kedubes Kanada. Mereka juga memulai petualangan menuju kampong halamannya.

Film ini pasalnya berhasil mendapatkan repons yang sangat positif sampai diganjar 3 kali Piala Oscar, termasuk penghargaan tertinggi sebagai Film Terbaik.

Penuh Kontroversi: dinilai Cacat Sejarah?

Film Agro memang mendapatkan respons positif dan berhasil mendulang berbagai prestasi dengan penghargaan Oscar yang disabetnya 3 kali. Akan tetapi ternyata film ini juga tak jauh dari kritikan dan respons negative. Mereka yang mengkritik itu mengungkapkan bahwa film ini ‘cacat sejarah.’

“Baiklah, kalian tahu, film fiksi sains, Star Trek, Star Wars, mereka membutuhkan dan mencari lokasi yang eksotis untuk membuat film. Dataran bulan, Planet Mars, dan gurun pasir. Kalian tahu, kan? Sekarang bayangkan lah ini, mereka adalah para awak film asal Kanada yang sedang mencari lokasi untuk sebuah film fiksi sains. Kita katakana pada pihak luar, para produser asal Kanada mengatakan pada pihak luar, bahwa kita sedang mencari lokasi di Mesir, Istanbul. Lalu kita ke konsulat, bilang ‘Hey, kami juga ingin melihat Iran,’ Aku terbang ke Teheran, kami semua keluar sebagai awak film. Selesai,” ucap Tony Mendez saat mengungkapkan idenya pada Kemlu AS.

Namun film ini dianggap tidak cocok di beberapa hal misalnya fakta bahwa Muhammad Reza Pahlavi telah menjadi Shah sejak tanggal 16 September 1941 dan baru turun tahta secara resmi pada 11 Februari 1979.